<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aku, Cerita, dan catatan sampah penuh makna</title>
	<atom:link href="http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com</link>
	<description>Aku, cerita, dan catatan sampah penuh makna</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 08:13:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mengapahanyamimpi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c64826d5627a0d6229becc6e1b819319?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Aku, Cerita, dan catatan sampah penuh makna</title>
		<link>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/osd.xml" title="Aku, Cerita, dan catatan sampah penuh makna" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Obrolan Siang Itu&#8230;.</title>
		<link>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/29/obrolan-siang-itu/</link>
		<comments>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/29/obrolan-siang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 08:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hei eka</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan tercecer]]></category>
		<category><![CDATA[Ceritaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Aku terpaku pada obrolanmu siang itu. Entahlah… ada rasa bergejolak antara kaget dan… lagi-lagi entahlah kawan.  Aku takjub mendengar ceritamu yang begitu bergairah menyampaikan mimpi-mimpimu.  Kau, pasti bisa kawan! Desisku dalam hati. Dengan sebatang rokok, kau bercerita banyak hal. Hah… sudah lama tak kudengar kau bercerita, kawan. Begitu banyak waktu serta jarak dan kesibukan membuat <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mengapahanyamimpi.wordpress.com&amp;blog=3497674&amp;post=134&amp;subd=mengapahanyamimpi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku terpaku pada obrolanmu siang itu. Entahlah… ada rasa bergejolak antara kaget dan… lagi-lagi entahlah kawan.  Aku takjub mendengar ceritamu yang begitu bergairah menyampaikan mimpi-mimpimu.  Kau, pasti bisa kawan! Desisku dalam hati.</p>
<p>Dengan sebatang rokok, kau bercerita banyak hal. Hah… sudah lama tak kudengar kau bercerita, kawan. Begitu banyak waktu serta jarak dan kesibukan membuat kita tak saling berbagi cerita. Tapi, percayalah dirimu tetap hidup dihatiku, kawan. Begitu penuh keyakinan kau menyampaikan semuanya. Aku percaya kelak kau akan mendapatkannya, kawan. Tapi ingat itu jika kau tetap konsisten pada mimpimu ini. Dan janganlah kau berputus asa.</p>
<p>Ada satu keyakinan yang kupercayai dalam menjalankan hidup ini. Aku percaya tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Termasuk perkenalanku pada sosokmu, kawan. Menjadi bagian dalam duniamu, membuatku banyak belajar pada  ‘ketegaran’ dirimu, kawan.</p>
<p>Bukan karena apa-apa aku menjadi kawanmu, juga bukan karena alasan tetek bengek lainnya. Mengenalmu adalah merupakan kado terindah yang Tuhan kasih padaku. Teman bukanlah sekedar teman yang sekedar sapa menyapa, tapi lebih dari pada itu. Ada ikatan yang sulit ku jelaskan. Kau mampu membuka mataku tentang arti ‘teman’ sesungguhnya. Itulah pelajaran pertama yang aku dapat dari sosokmu.</p>
<p>Ada yang aku kagumi darimu dalam bersosialisasi, kawan. Kau sungguh percaya diri membuka dirimu pada orang-orang yang kau temui. Sungguh luar biasa, kawan. Kau sungguh baik pada orang-orang yang kau temui. Kau begitu positif thinking pada orang-orang yang kau temui. Ini juga pelajaran yang tidak aku dapati dari bangku perkuliahan.</p>
<p>Namun sayangnya, kau terlalu egois untuk menerima bantuan dari orang lain. Kau menganggap dirimu mampu menghadapi ini semua. Kau punya cara tersendiri dalam mengatasi masalahmu. Aku tahu kau memiliki jiwa yang tangguh dan ‘tegar’ meskipun terkadang aku meragukannya. Terkadang aku berpikir,  Kau sungguh pintar menutupi ‘kerapuhan’mu.</p>
<p>Mengenalmu, seperti yang kukatakan diatas adalah anugerah Tuhan, sebab tak ada yang kebetulan kawan. Aku bangga bisa mengenal sosokmu. Kau sebenarnya pekerja keras, sayangnya kau terlena pada ‘kemalasan’. Kau punya banyak potensi namun, sepertinya kau masih memikirkan banyak hal dan ketakutan-ketakutan atau.. entahlah apa namanya. Hanya dirimu yang tahu, Kawan.</p>
<p>Kawan, terkadang aku begitu sulit menjangkau duniamu. Begitu banyak perbedaan antara kita, namun orang selalu bilang perbedaan justru membuat persatuan. Tidak, kawan. Bagiku perbedaan adalah membuat kita terkadang satu sama lain menjadi ‘asing’. Namun, kuyakini dalam teori ‘ruang’. Aku dan kau memiliki ‘Ruang’ tersendiri dalam merangkai pertemanan ini.</p>
<p>Maaf untuk segala yang pernah terjadi selama ini, Maaf membuatmu selalu merasa tak nyaman dengan kehadiranku, dan maaf untuk segala rasa marah, kesal, muak, apalah namanya. Maaf untuk segala sikap ini. Dan, terima kasih atas pelajaran ini, Kawan.</p>
<p>Obrolah siang itu banyak membuatku merenung tentang ucapkanmu. ‘Bergairah’ dan ‘Penuh semangat’… dan ‘yakin’. Aku suka pada sifatnya yang ‘mau belajar’ termasuk belajar dari ‘masalah-masalah’ yang pernah menghampirimu. Sekali lagi, bagiku kau begitu tegar terhadap apa yang pernah kau hadapi.</p>
<p>Ada satu hal yang tidak aku sukai dirimu. Oh, ku harap ini tidak mengubahmu. Bukannya teman, adalah memaklum kepribadian masing-masing. Baik atau buruknya…. Terkadang kau orangnya ‘lupa diri’. Tapi itu dulu entah sekarang. Aku tidak terlalu tahu. Karena siang itu aku melihat kedewasaan yang dimatamu.</p>
<p><strong><em>“ Maklumi teman, hadapi perbedaan,” </em>–Kepompong&#8211;</strong></p>
<p>Tidak perlu mengobrol tentang hidup di danau maninjau, atau apalah yang pernah kau rancang dulu. Cukup di sebuah warung nasi Padang, kita berbicara.</p>
<p>Terima kasih untuk siang itu, untuk pertemanan yang kau tawarkan padaku dulu…. Raihlah mimpimu, kawan. Yakinlah…. Dan satu pesanku padamu jangan pernah kau lupa pada Tuhanmu. Hal yang terpenting belajar untuk konsisten dan jangan cepat menyerah.</p>
<p>Mari bergembira, kawan. Tersenyumlah pada Hidup yang indah ini. Tiba-tiba aku tak sabaran meihatmu memeluk negeri Paman Sam. Kereen……. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*** Tulisan ini aku persembahkan buat seorang teman.. selamat ulang tahun, kawan 26/07/1989&#8211;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/category/uncategorized/catatan-tercecer/'>catatan tercecer</a>, <a href='http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/category/uncategorized/ceritaku/'>Ceritaku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mengapahanyamimpi.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mengapahanyamimpi.wordpress.com&amp;blog=3497674&amp;post=134&amp;subd=mengapahanyamimpi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/29/obrolan-siang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ced5592e90e7eda4220b0f8b4a71dab9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Eka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disudut ruangan itu&#8230; cerita ini dimulai</title>
		<link>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/28/disudut-ruangan-itu-cerita-ini-dimulai/</link>
		<comments>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/28/disudut-ruangan-itu-cerita-ini-dimulai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 16:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hei eka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aku dan Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Disudut ruangan itu maka aku memulai cerita ini. Ini mungkin agak berantakan&#8230; tapi jujur aku ingin bercerita. Hanya itu. Casio hitam dipergelangan tangan kiriku menunjukan angka sebelas saat aku keluar dari lift. Lantai 12. Telat satu jam. Aku mengembus napas berat. Terasa asing memang, terlebih saat aku melangkah memasuki gedung ini. Seliweran orang membuat aku <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mengapahanyamimpi.wordpress.com&amp;blog=3497674&amp;post=130&amp;subd=mengapahanyamimpi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Disudut ruangan itu maka aku memulai cerita ini. Ini mungkin agak berantakan&#8230; tapi jujur aku ingin bercerita. Hanya itu.</strong></p>
<p>Casio hitam dipergelangan tangan kiriku menunjukan angka sebelas saat aku keluar dari lift. Lantai 12. Telat satu jam. Aku mengembus napas berat. Terasa asing memang, terlebih saat aku melangkah memasuki gedung ini. Seliweran orang membuat aku benar-benar bingung. Terjebak pada situasi yang sangat membingungkan.</p>
<p>Memasuki pelataran acara, setelah menulis daftar &#8216;absensi&#8217;  Kembali melewati seliweran orang-orang. Melewati lor0ng-lorong mencari dimana tepat acara tersebut. Acara ini lumayan buat saya &#8230; entahlah. Puluhan artis datang dan ibu-ibu bergaya ala penjabat. Rada &#8216;jiper&#8217; juga dengan penampilan saya yang rada berantakan&#8211;(Maklum, saya habis &#8216;pementasan&#8217; di bundaran H.I. Panasss&#8230;)&#8211;Setelah melewati dalam kebingungan, saya mencoba menarik napas. Selang satu jam sudah&#8230; dua artis yang berhasil saya wawancarai meskipun cuma satu artis yang bisa saya tulis.</p>
<p>Disinilah cerita ini dimulai. Oke&#8230; melihat orang-orang yang hadi dari &#8216;tampilan&#8217; ala ibuk-ibuk pejabat, kita sudah tahu bagaimana &#8216;hidup mereka&#8217;. Kalangan atas. itulah sebutan bagi mereka. Ini berawal dari dua ibuk-ibuk asyik mengobrol dan menatap sinis pada piring yang berisi makanan sisa. Seperti biasa, acara-acara seperti ini menyajikan hidangan francis &#8211;Itu sebutan dikampung saya, entah bagi yg lain&#8211;. Makanan ala hotel tersaji. Ada seorang ibuk dengan penampilan, &#8211;Maaph&#8211;, ala ibuk-ibuk pasar dengan jilbab lusuh dan sepatu apa adanya. Tapi, saya percaya itu pakaian terbaiknya.</p>
<p>Bagi ibuk tersebut, sajian makanan itu lezat hingga ia mengambil porsi banyak. Sayangnya, dia tidak dapat mengabiskan porsi tersebut. Alhasil, dua ibuk ala pakaian &#8216;pejabat&#8217; itu &#8216;bergunjing&#8217;. Intinya kalimat : &#8221; Kampungnya dibawa,&#8221;</p>
<p>Terenyuh saya mendengar kalimat tersebut. Entahlah&#8230;</p>
<p>Cerita kembali pada beberapa hari kemudian&#8230; saat kaki saya tiba-tiba &#8216;dipaksa&#8217; berhenti melihat adegan seorang anak autis umurnya kira-kira sama besar dengan saya meskipun postur tubuhnya lebih gede dari saya. Dia menangis bak anak kecil, dan sang ibuk mencoba mendiaminya. Sayangnya orang yang berpakaian safari menghampiri dan membentak ibuk-ibuk tersebut. Kasihan memang&#8230;.</p>
<p>kembali hati saya berdesir&#8230;.entahlah!</p>
<p>Kawan, Hidup ini terkadang &#8216;Kejam&#8217; saat kita terjebak di situasi &#8216;perbedaan&#8217;. Entahlah&#8230; antara kaya-miskin, bodoh-pintar apalahh namanya. Saya punya pengalaman saat saya memasuki kaki disebuah kosmetik dgn merek ternama. Harga produk paling murah 50 ribu. Jangan harap dilayani, divueki malah dan di &#8216;tatap&#8217; curiga. Yang dilayani orang-orang dengan penampilan &#8216;keren&#8217;. Mereka terkejut saat saya membeli produk  dengan jumlah yang bisa terbilang gede&#8217;&#8230; dengan senyum ramah ia kembali melayani sayang (Sayangnya pegawai itu tidak tau saya membeli titipan).</p>
<p>Terkadang sangat kejam, &#8216;orang kaya&#8217; lebih dihormati, di&#8217;banggakan&#8217;  daripada orang yang &#8216;bermoral&#8217;.</p>
<p>Lagi-lagi entahlah&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/category/aku-dan-cerita/'>Aku dan Cerita</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mengapahanyamimpi.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mengapahanyamimpi.wordpress.com&amp;blog=3497674&amp;post=130&amp;subd=mengapahanyamimpi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mengapahanyamimpi.wordpress.com/2010/07/28/disudut-ruangan-itu-cerita-ini-dimulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ced5592e90e7eda4220b0f8b4a71dab9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Eka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
