Aku, Teater dan….

Pada akhirnya tibalah saatnya aku harus memilih. Sulit memang…. tapi, inilah sebuah keputusan yang benar-benar segera ku ambil. Antara loyalitas dan tanggung jawab.

Aku menyukai dunia teater, meskipun mengetahui tentang teater masih buta. Tenggelam pada Teater kampus yang aku terjuni pada awalnya tercampur dengan rasa ragu. Tentang suasana yang sulit diterima dalam diri. Aku bukanlah tipe orang yang bisa tertawa lepas saat berada di tempat baru, semua butuh proses untuk semua itu. Apakah suasana itu akan mampu membuatku merasa nyaman dan ‘tertawa lepas’.

Semua bermula dari diri sendiri…. pada awalnya aku berusaha untuk merasa nyaman. Obrolan di Ankringan depan Salihara dengan Nat mampu membakar semangatku untuk dapat bertahan dalam dunia teater. Ada senyum dihati ini. Tapi, tiba-tibanya berubah…

Berubah.

sesuatu yang sulit aku ungkapkan. mundur perlahan-lahan meskipun ada keraguan yang ‘sangat’ tapi, inilah pilihan.

Aku kalah. Kalah pada ‘keminderan’ dan ‘kekurangan’, terjebak pada kata ‘pecundang’.

Tapi, inilah sebuah keputusan yang harus segera aku pilih. Melepaskan diri dari ‘teater’….

Maaf, kawan!!!

Iklan
  1. Waaaahh, sama 😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: