mama….

Mengubah kalimat Ikal dalam Sang Pemimpi, “ Ayah adalah juara satu sedunia,”  menjadi  “ Ibu adalah juara umum sedunia,”. Yah, ibu adalah juara umum sedunia bagi saya—dan, berharap juga bagi kita–.

Ia sosok yang sangat mulia, dalam senyum tanpa peduli rasanya kepedihan ia mampu menghadirkan kita ke dunia ini. Mengenal tentang kehidupan yang harus kita jalani. Ia juara umum dalam hidup kita. Sang juara bagi kesuksesan kita. Maka tak akan habis cerita tentang sang ibu. Tentang senyum, air mata, dan kebahagiaan. Perjuangan, kasih sayang, dan harapan. Betapa mulianya ibu dalam setiap catatan-catatan tentangnya. Maka izinkanlah saya bercerita tentang mama.

Pada awalnya saya mengenal sosok mama adalah orang yang sangat ’keras’ mengatur segala kehidupan saya meskipun kerap sekali ada kemanjaan dalam kasih sayang yang diberikannya. Namun semuanya berubah saat ia dengan gigih ’mencampakan’ saya ke daerah yang sama sekali tidak saya kenal. Sekolah dalam ’kurungan’ asrama tanpa sosok dia. Tiap pulang sekolah biasanya saya sudah menemui sepiring nasi dan lauk pauk yang lezat di dapur tentu saja juga menemui sosok mama yang selalu tersenyum menyambut tas saya, memeriksa isi tas saya. Apakah ada PR atau nilai ’2’ tertera di buku tulis saya. Tapi, di sini semua berubah. Pulang sekolah, saya mesti mengantri mengambil makanan, berjalan seorang diri, dan makan tanpa cerita dari mama. Awal yang menyedihkan membuat saya sempat membenci sosok mama. Tapi, awal dimana keberanian tubuh di dalam diri saya. Biasanya, saya selalu berada di balik punggungnya. Apa-apa serba mama. Semua kata selalu terucap kata ’’mama’’. Hingga saat SD teman saya takut menganggu saya karena tentu saja ada mama yang selalu membela saya. Saya berani berjalan sendiri, melewati hari sendiri. Dan, bahwa hidup tidak sebatas ada mama disamping kita tapi ia selalu ada di jiwa dan setiap langkah ini. Saya tumbuh menjadi anak yang cukup berani bagi diri saya sendiri meskipun terkadang rada ’introvert’ dan masih menyimpan ’manja dan pemalu tingkat tinggi’. Tapi, inilah saya. Saya banyak menghabiskan waktu tanpa ada mama disamping saya dan tak ada komunikasi yang intens. Terlalu sibuk dengan dunia saya. Tapi, perjuangannyalah yang membuat saya begitu mencintainya. Sadar betapa saya sangat menyayanginya. Dalam kerinduan yang sangat, ia membebaskan saya memilih hidup sesuai apa yang saya inginkan. Membiarkan saya begitu larut menikmati dunia yang saya ciptakan. Berjuangan untuk menerima saya meskipun jauh dari harapannya terhadap ’saya’. Berdamai dalam diri sendiri. Mama membiarkan saya berjuang sendiri melewati masa remaja saya. Melangkah mengenal dunia yang awalnya hanya saya kenal dari apa yang selama ini saya baca. Tapi, meskipun mama membiarkan saya berjalan sendiri namun saya selalu dihantui oleh senyumnya. Oleh kasih sayangnya yang begitu indah. I love mom…. Dalam kemanjaan yang selalu saya terima dari mama, mama mengajarkan saya bagaimana kedewasaan mesti dihadapi meskipun saya belum siap untuk menuju ruang ’kedewasaan’. Tentang kesederhanaan, tentang buku yang tanpa sadar mama kenalkan kepadaku, tentang ilmu yang sangat indah, tentang pentingnya keluarga, tentang damainya rumah terbungkus dalam kasih sayangmu. Aku mencintaimu, mama…. Terlepas dari perjuanganmu yang begitu indah. Terima kasih atas kemerdekaan yang telah mama ’amanah’ kepada saya.

Saya merindukanmu, mama…..

 

Ini merupakan cat. di notes FB gue yang gue persembahkan buat nyokap gue tepat di hari ibu. Betapa gue menyayanginya. Malam ini, sengaja gue mempostingan ini ke blog gue setelah terpendam dalam emosi kegeraman pada curhatan teman gue tentang sosok nyokapnya. betapa ia membenci sang nyokap. Bagi gue, nggak ada alasan loe utk membenci seseorang yg telah bersusah payah ngehadiri loe ke dunia ini. rasa ‘sakit’ yg sulit di ungkapkan dengan kata-kata.

IBU, MAMA, Apapun panggilan yang di tujukan kepada wanita yang mengandung dan melahirkan kita di dunia ini adalah sosok yang keren. Super hero….!!! G’ ADA ALASAN UNTUK MEMBENCI BELIAU. Rasulullah pun tiga kali menyebut kata ‘Ibu’. Betapa, mulianya dia…!!!

Seperti yg gue bilang, hidup adalah perjalanan, cerita dan mama….!!!

Akan ada namamu di setiap langkah ini mama… AKU Sayang Mama…….

 

 

Iklan
  1. kayaknya dah pernah baca deh, ini repost yah ka??

    • huhahh… iya, kan dari note FB. Lampias kegeraman gue dengerin curhatan teman yg ‘marah besar dengan nyokapnya’ mpe berniat bunuh diri. Parah g’ tuh…

  2. heii..
    misi baca2…
    nice, 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: