Banci…. Bencong.Apalah Namanya….

Banci.

Jujur, ini makhluk yang paling saya takutkan entah apa sebabnya. Saya masih ingat dengan teman Mama saya di kampung Pariaman yang menyapa saya. Saya hanya mampu berlindung di balik punggung mama.

Ada satu kalimat  yang pernah saya lontarkan kepada Eda. ” Jakarta membuat saya lebih berani menghadapi banci,” tak ada beban saat itu mengucapnya meskipun saya tidak yakin apakah saya benar-benar ‘berani’ atau kembali menghindar. setidaknya saya tidak ‘histeris’ saat berpas-pasan dengan banci.

Percaya atau tidak…. banci makhluk yang mudah di temui sepanjang jalan di Jakarta. terutama di malam hari. Di sepanjang tenda makanan. Dengan pakaian yang seksi habisss….!!!! Apalagi tiap malam di kawasan Binus saya sering menjumpainya. Antara geli dan takut.

Ini hal yang berbeda saya jumpai di Padang (– Setahu saya–, meskipun saya terperangah menemui film tentang kaum banci Padang. Katanya di kawasan taman Melati). Mungkin karena faktor, dulu saya anak baik-baik yang hanya tahu Sekolah-Rumah makanya tidak menjumpai makluk seperti ini.

Tapi, jujur. Jakarta membuat saya berani menghadapi ‘Banci’. dan menganggap mereka adalah Manusia sewajarnya bukan Aneh yang menakutkan.

Berani belum 100 % sih…. seperti malam itu, saat saya makan di warung tenda ganda sari di kawasan Rawa Belong, saya dihampiri oleh banci dengan kotak musiknya yang suaranya ( Siapapun tahu, jadi tak perlu di jelaskan). Jantung saya berdetak kencang. Dengan senyuman saya abaikan…. tapi, sayang ia berucap seperti ini.

” Aisyah pelit!” ujarnya sambil lalu. ‘Aisyah’ di gunakannya untuk saya yang memakai jilbab. Antara ‘apalah’ perasaan saya…. saya punya alasan tertentu untuk tidak memberi mengingat tak ada uang kecil untuk di beri.

terlepas dari cerita diatas, Secara jujur saya ingin ‘bergaul’ dengan mereka yang kalau ngomong itu ‘caplak’ tapi terkesan jujur. Ini yang saya ‘senangi’ dari makhluk gemulai ini. Penasaran dengan konflik yang ada ‘dihati’ mereka.  Mempelajari hidup mereka untuk ‘Survive’ diantara tatapan banyak orang yang menghampiri mereka….!!!!

Dan, apakah mereka saling mencintai pada makluk yang sama, mengingat saya bingung masuk kategori apakah mereka. Perempuan atau Cewek kah???

Entahlah….!!!

Iklan
  1. eka fiksi…………

    eka fiksi…………

    eka fiksi…………..

    • Hahahah.. takut gue kgk Fiktif kaleee.. Beneran. keliatan aja gue jagoan!!!!

    • dita saraswati
    • Maret 17th, 2010

    hahaha..masih untung ka dibilang gitu..
    aku pernah ama kak adit lagi makan di daerah anyer ada bancong ngamen, eeh malah aku yang digodain gara penampilan aku “kaya cowo”..
    huahahaha..
    ngeriii..
    ati” ka, biasanya kalo ga dikasih duit mereka suka galak.. 🙂

    • hahahah… benerrr!!! gue di M.M waktu itu ama Yudi, Yudi habis dah di goda’in.. kasihan bgt!!!

  2. Hahaha.. Sama. Aku juga paling antipati dengan yang namanya banci. Apalagi yang agresif suka membelai-belai setiap cowok yang ditemuinya dipinggir jalan. Hiii ngeri..

    PS: Please follow blog aku, karena aku dah nge-follow kamu. I’m waiting. Thanks.

    • kayaknya pengalaman pribadi nih…! Ehm.. heheheh… Siipp deh,,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: