Dengan (Berusaha) kejujuran aku menulis….

Pagi itu, terik matahari seperti tidak terlalu panas. Keadaan kelas tanpa guru tidak juga terlalu riuh. Saat itu, di bangku deretan no.2, empat orang siswi sedang bercerita termasuk saya yang hanya menyimak sembari merebahkan kepala ke meja . Tentang cowok dan cinta dlm kata ‘Pacaran’.
Saya yang hanya menyimak entah kenapa angkat bicara. Lembut saya menunduk berbicara hati-hati. saya lupa dialog apa yg saya katakan… ada satu kalimat yang membuat saya meneteskan air mata. : ” Bagi saya cinta adalah Allah. klise memang itulah… terlalu mulia utk diberikan kepada ‘Manusia’ ” saat itu, bagi saya rasa ‘suka’,’kagum’ dan ‘sayang’ baru bisa ditujukan kepada sesama makhluk Allah. ( XI IPS 2)

Seiring waktu hampir empat tahun lamanya, pengalaman, pengetahuan, ilmu,serta pemahaman terhadap diri sendiri yang membawa saya menjadi seperti ini membuat saya malu mengingat ‘omongan’ saya waktu itu. Yah, entahlah terlalu ‘berat’ saya mengungkapkan…. cukup Allah yang tahu bagaimana sebenarnya hati ini.

Tak bisa munafik jika saya terperangkap pada kebanyakan orang seusia saya. Asmara, dan sesuatu yang mereka sebut ‘Cinta’. Ini benar-benar ‘Berat’ dan… entahlah. saya bingung bagaimana harus berkata apa. Masihkan Cinta bagi saya Adalah Allah???

Saya teringat pada syair Rabi’ah Al Adawiyah yang pernah membuat saya ‘menangis’. Begitu Agungnya ia mempersembahkan Cinta-nya Pada Allah. Sungguh, saya memcintai Allah dan berharap bisa seperti Rabi’ah Al Adawiyah.
Tapi apakah masih bisa disebut cinta klo suara Adzhan saja masih membuat saya ‘Lalai’ utk menghadap-Nya. Meluangkan waktu saja utk membaca ayat-ayat Al-Qur’an saja masih sesuatu hal yang sulit. Allah….

Sungguh saya tidak punya kesanggupan lagi utk menulis ini…. terlalu ‘berat’ bagi saya utk jujur apa yang ada dihati ini. Bagi saya cukup hati ini dan Allah yang ‘memahami’. Takut terjebak ‘Ria’ yang merupakan ‘sirik’… membuat saya semakin jauh dari Allah. Memamerkan perasaan ini pada orang lain. Tapi, sungguh saya tak mampu ‘menahan’ perasaan ini. Menghadapi krisis iman kepada-Nya.

Allah….saat ini saya mengalami krisis ‘Iman’ yang membuat saya makin menjauh dari-Mu… satu hal yang saya harapkan jangan biarkan diri ini melangkah terlalu jauh dari-Mu….

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: