Sensasi Ayam ‘Kampung’ Bakar di Tenda

Jakarta– Ingin merasakan sensasi menikmati ayam kampung apalagi kalo di bakar dengan aroma yang tak kalah mengoda yang ditimbulkan dari bumbunya. Sangat mengugah selera disaat perut kosong apalagi dengan suasana udara malam dengan ‘panas’nya ayam bakar. Tak perlu bingung untuk bisa merasakan di lidah. Jika ada waktu cobalah untuk menginjak kaki di kawasan pasar Slipi Jaya untuk bisa menikmati sensasi ayam kampung.
Ayam Bakar Ps. Slipi Jaya seperti itu yang tertulis di daftar menu makanan saat kita singgah diwarung tenda makanan yang berada di depan bank DKI Jakarta Pasar Slipi Jaya. Keramaian tampak dari pengunjung yang setia menunggu makanan siap tersaji. Sedangkan pelayan makanan sibuk mengipas-ngipas ayam yang terpanggang di bara api. Masih dibakar secara alami. Asap kemana-mana seiring aroma yang ditimbulkan. Sedangkan sebagian pelayan sibuk meletakan ‘air kobokan’ untuk mencuci tangan yang di sajikan dengan irisan jeruk nipis didalamnya.
Tak perlu menunggu lama untuk dapat segera menikmati ayam bakar tersebut, pelayannya cukup cekatan apalagi dengan jumlah pelayan yang banyak. Disajikan dengan bumbu kacang serta sambal dan irisan jeruk nipis mampu mengugah selera bagi yang menyukai rasa pedas. Kita dapat memilih antara nasi uduk dan biasa sebagai temannya ayam bakar.

Untuk melegakan tenggorokan kita bisa memesan es teh manis atau es jeruk. Menu minuman memang masih standar warung tenda pecel ayam biasanya. Tapi, itu tidak menghilangkan kelezatan dari sensasi ayam bakarnya tersebut.
Gurihnya ayam kampung yang dibakar berbeda dengan ayam negeri dari empuknya daging dan isi padatnya bisa kita nikmati dengan harga Rp. 10.000,-. Cukup untuk mengenyangkan perut dimalam hari. Kita bisa menikmati sayur asem sebagai menu pelengkap yang dihargai Rp. 6.500,-/mangkuk. Serta, tempe bacem dan tahu juga hati/ampela bakar yang tak kalah nikmatnya.
[ Terasa nikmat saat ‘mencocolkan’ daging ayam dengan sambal kacang.]
Warung tenda ayam bakar ini sudah berdiri delapan belas tahun yang lalu yang sudah memiliki langganan yang cukup banyak. Dibuka pada jam 16.00 Wib hingga jam 23.00 wib. Datanglah disaat habis maghrib atau sesudah isya. Meskipun patokan jam tutup jam 23.00 Wib. Tapi, sering tutup sebelum waktunya karena sering habis sebelum jam 23.00 Wib. [ Eka,-]

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: