Kota Tua (Lagi)

Lagi-Lagi Kota Tua menjadi pelarian saya mengisi liburan kali ini. Sempat ‘stress’ juga sih… sebenarnya pengin banget ke Solo, tempat Linggar my old friend. Sayangnya, Linggar ada kegiatan. :(… Atau ke yogya. Hahahah, lagi-lagi permasalah ‘uang’. Saya mengalami ‘bokek’ terberat dalam hidup saya. Tabungan saya ludes.

Ada rasa syukur saya ketika menerima sms Al,  yang kamis sore bareng teman-temannya berangkat ke gunung Gede menyatakan klo tidak ada lowongan untuk ikut. Awalnya saya ‘iseng’ minta ikut, padahal sebelumnya saya juga menerima tawaran dari senior saya utk mendaki gunung juga, napak tilas soe hoek Gie. Sayangnya, saya menolak dengan halus.

Mendaki gunung adalah impian saya… Hanya saja terkadang saya memikirkan fisik saya. Apalagi akhir-akhir ini kesehatan saya benar-benar ‘Parah’. Bukan saja air putih yang selalu ada di dalam tas saya, tapi juga roti. Saya tidak terlalu bisa melangkahkan kaki sesuka hati saya, badan saya sering melemah. (Allah izinkan saya sehat. Amiin…)

Jum’at, sepanjang siang saya menghabiskan waktu di depan laptop. Online. ( Istilah seorang, sampai mati gayapun, Online masih yang terbaik). Saya tahu pagi ini ada acara Himajur foto angkatan, hanya saja ada somethin’ (yang g’ mungkin dibahas disini) membuat saya enggan pergi. Sebelumnya, saya sms beberapa teman untuk menghabiskan hari ini keliling jakarta dengan transjakarta. Akhir bulan, tugas yang menumpuk dan mesti bercumbu menjadi alasan mereka untuk enggan menerima ajakan saya.

Well, Akhirnya saya putuskan untuk tidur sejenak, mengistirahatkan badan saya. Tiba-tiba sms datang dari Sadryna (My best friend), mengajak saya untuk ke KOTA TUA. Ia baru saja dapat hadiah kamera olympus dari nyokapnya sebagai hadiah ultah yang ke 19.

Seperti biasa, Ada Pandu (pacarnya Sadryna). Alhasil saya jadi ‘obat nyamuk’ (G’ juga sih. Lebih tepatnya ‘penganggu’ mungkin. nah lho?).

Saya sampai di kota tua menjelang maghrib. Gila.. Fatahillah tiada matinya. Dengan se cup cappucino hangat sembari menunggu sadryna dan pandu saya menikmati atmosfer suasana yang dimaraki oleh pasangan dan GENK muda-mudi.

Saya sering ke daerah sini, tapi hanya sekitar fatahillah.  saya hanya ingin mencari sisi lain dari kota tua, maka saya, sadryna dan pandu mencoba menyelusuri hingga ke belakang. menikmati suasana lampu-lampu jalanan dan suasana yang sudah berganti malam. Kereen… akhirnya saya menemui jembatan merah. Hahahah, terlambat memang setelah sering ke fatahillah saya baru melihat jembatan merah. Oh, no…!!!

Sayangya saya tidak membawa kamera, dan kamera sadryna kehabisan baterai. Alhasil, kita futu-futunya dengan kamera handphone. jadi saya tidak bisa mengupload di sini 😦

Kota Tua tiada mati-nya bagi saya. Tetap keren, tetap menyimpan keromantisme hidup. Hah… saya penasaran dengan Sunda Kelapa. dari fatahillah kemananya ya???

The Next trip.. siapa ya yang akan saya ajak??? mudah-mudahan ada yang mo nemani saya menjelajahi kota Tua hingga Sunda kelapa. 🙂

Thanks Sadryna udah ‘maksa’ saya untuk nyusul….

Iklan
  1. aku sudah pernah ke kota tua hingga ke sunda kelapa!
    *norak* *pamer*

  2. kunjungan perdana…
    belm update lagi y mbak.. 🙂

  3. Makasih.. mari berkawan!! 😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: